Medan, SUMATERA UTARA – Komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kota Medan kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Menindaklanjuti keresahan warga yang kian memuncak, aparat kepolisian gabungan menggelar operasi penggerebekan besar-besaran di kawasan Pajak Palapa, Kota Medan, yang selama ini disinyalir kuat menjadi episentrum penyalahgunaan barang haram tersebut pada Kamis (12/02/2026).
Operasi yang berlangsung dramatis ini merupakan respon cepat Polri terhadap berbagai laporan intelijen dan aduan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas mencurigakan di area pasar tradisional tersebut. Kawasan yang seharusnya menjadi pusat denyut nadi ekonomi masyarakat, diduga telah disalahgunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab sebagai tempat bernaung para pemadat yang merusak tatanan sosial lingkungan setempat.
Penetrasi Kekuatan Penuh di Titik Rawan
Kegiatan penggerebekan ini dipimpin langsung oleh Ipda Muslim Buchari, S.H., selaku Panit II Reskrim Polsek Medan Barat. Tidak bergerak sendiri, personel Unit Reskrim Polsek Medan Barat turut diperkuat oleh Tim Patroli Perintis Presisi Sat Samapta Polrestabes Medan. Langkah ini menunjukkan keseriusan institusi kepolisian dalam melakukan penetrasi ke titik-titik rawan kriminalitas dengan kekuatan penuh guna memberikan rasa aman kepada publik.
Guna memastikan transparansi dan dukungan sosial, pihak kepolisian juga melibatkan elemen masyarakat setempat, termasuk kepala lingkungan dan tokoh masyarakat. Kehadiran para tokoh ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa tindakan kepolisian didukung penuh oleh warga dan tetap berada dalam koridor hukum serta norma yang berlaku di lingkungan tersebut, sekaligus meminimalisir gesekan saat penindakan berlangsung.
Setibanya di lokasi, petugas langsung bergerak taktis menyisir setiap sudut bangunan dan lorong-lorong sempit di kawasan Pajak Palapa yang dicurigai sebagai tempat transaksi maupun penggunaan narkoba. Petugas mengambil langkah antisipatif dengan mengepung titik-titik keluar utama guna mempersempit ruang gerak para terduga pelaku yang berada di dalam zona target.
Situasi Lapangan dan Dugaan Kebocoran Informasi
Dalam operasi tersebut, polisi dihadapkan pada situasi lapangan yang cukup menantang. Meski telah bergerak dengan senyap dan cepat, tidak ada pelaku yang berhasil diamankan di lokasi kejadian saat penggerebekan berlangsung. Kuat dugaan, rencana kedatangan petugas telah bocor atau para pelaku memiliki sistem pengawasan (spion) yang memberikan peringatan dini sehingga mereka berhasil melarikan diri sesaat sebelum barisan personel polisi memasuki zona inti.
Kendati demikian, petugas tidak pulang dengan tangan hampa. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan secara teliti di beberapa titik persembunyian, tim gabungan menemukan sejumlah barang bukti krusial yang menguatkan indikasi praktik penyalahgunaan narkotika di lokasi tersebut. Petugas berhasil menyita alat hisap sabu atau yang lazim disebut bong, serta beberapa pipet kaca yang masih memiliki sisa-sisa residu pembakaran, mempertegas bahwa lokasi tersebut memang aktif digunakan sebagai sarang narkoba.
“Seluruh barang bukti yang ditemukan telah kami amankan ke markas komando untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Meskipun secara fisik pelaku belum berhasil kita ringkus di tempat, namun bukti-bukti ini menjadi pijakan kuat bagi kami untuk memetakan siapa saja pemain di balik layar di kawasan ini,” tegas Ipda Muslim Buchari, S.H. dengan nada tajam di sela-sela kegiatan tersebut.
Penyelidikan Intensif dan Pengejaran Pelaku
Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegagalan mengamankan tersangka pada hari ini bukanlah akhir dari perburuan. Sebaliknya, hal ini menjadi pemacu bagi jajaran Polsek Medan Barat dan Polrestabes Medan untuk mengintensifkan penyelidikan. Polisi menduga para pelaku merupakan pemain lama yang memiliki mobilitas tinggi dan kerap berpindah tempat guna menghindari endusan petugas di lapangan.
Kawasan Pajak Palapa, yang merupakan area publik dan pusat aktivitas ekonomi warga, kini menjadi prioritas pembersihan karena dampaknya yang sangat merusak tatanan sosial jika dibiarkan menjadi sarang peredaran gelap narkoba. Polisi berjanji akan terus melakukan patroli rutin, baik secara terbuka maupun tertutup (intelijen), guna mempersempit ruang gerak para pengedar dan pengguna narkoba yang mencoba memanfaatkan keramaian pasar sebagai tameng.
“Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku narkoba untuk bernapas lega. Setiap laporan dari masyarakat adalah instruksi bagi kami untuk bertindak. Penyelidikan tetap berlanjut dan kami akan terus mengejar mereka yang merusak masa depan generasi muda di kota ini,” tambah Ipda Muslim Buchari.
Sinergi Polri dan Masyarakat
Di sisi lain, Polri juga mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat agar tidak takut untuk memberikan informasi sekecil apapun terkait peredaran narkoba. Partisipasi aktif warga dalam melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan pengaduan kepolisian dinilai sebagai senjata paling ampuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Keamanan wilayah Pajak Palapa ditegaskan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, melainkan hasil kolaborasi nyata antara aparat dan masyarakat yang peduli akan lingkungan sehat tanpa narkoba. Polri memastikan akan melindungi identitas setiap informan yang membantu membongkar praktik haram ini. Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik masih terus mendalami temuan di lapangan dan melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang kerap beroperasi di kawasan Medan Barat tersebut.

