Bener Meriah, ACEH – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menunjukkan gerak cepat dalam menangani pemulihan pascabencana bagi warganya. Fokus utama saat ini diarahkan pada percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak di Kampung Tunyang, Kecamatan Timang Gajah. Hingga Kamis, (12/02/2026), pengerjaan fisik di lapangan terus dikebut dengan target ambisius agar seluruh unit hunian dapat ditempati sebelum memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini.
Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah agar warga terdampak dapat menjalani ibadah puasa dengan kondisi tempat tinggal yang lebih layak dan stabil. Mengingat waktu yang kian mendekati bulan Ramadhan, koordinasi lintas sektoral pun diperketat guna memastikan tidak ada kendala teknis yang menghambat progres di lapangan.
Progres Pembangunan: 19 Barak dalam Pengerjaan
Camat Timang Gajah, Andi Syahputra, merincikan bahwa proyek kemanusiaan ini melibatkan pembangunan sebanyak 228 unit huntara yang secara struktur terbagi ke dalam 19 barak. Proyek strategis ini dikerjakan oleh PT Waskita sebagai mitra pelaksana dalam tahap pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
“Kami berharap masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang dan nyaman. Karena itu, pembangunan terus kami percepat,” ujar Andi dalam keterangannya terkait urgensi penyelesaian huntara tersebut.
Berdasarkan data terbaru dari lokasi proyek, kemajuan pembangunan menunjukkan tren positif:
- Sebanyak empat barak yang mencakup 36 unit hunian telah dinyatakan rampung sepenuhnya.
- Satu barak tambahan yang terdiri dari 12 unit hunian juga telah selesai dikerjakan.
- Seluruh unit yang telah rampung tersebut dipastikan telah dilengkapi dengan fasilitas dasar untuk menunjang kebutuhan harian warga.
Memastikan Standar Kelayakan dan Stabilitas Sosial
Andi menegaskan bahwa percepatan ini bukan sekadar mengejar waktu, melainkan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan hak-hak dasar masyarakat terdampak terpenuhi dengan cepat. Kehadiran huntara ini diposisikan sebagai solusi transisi yang vital untuk menstabilkan kondisi sosial dan ekonomi warga, sembari pemerintah menyiapkan skema pembangunan hunian tetap (huntap) pada tahap selanjutnya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama instansi terkait dilaporkan terus melakukan pengawasan melekat di lapangan. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa setiap unit yang dibangun tetap memenuhi standar kelayakan bangunan, meskipun proses pengerjaannya dilakukan secara akseleratif.
“Dengan adanya huntara ini, kami berharap masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal meski masih dalam masa pemulihan,” tambah Andi Syahputra menutup penjelasannya. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi oase bagi warga Kampung Tunyang untuk bangkit kembali setelah diterjang bencana, dengan memulai babak baru di hunian yang lebih aman sebelum bulan penuh berkah tiba.

