Nasi Goreng Berbumbu Sabu: Residivis Medan Ditangkap, Keluarga Pasang Badan Lawan Polisi
MEDAN – Aksi penggerebekan pedagang nasi goreng berinisial HI (44) di Jalan Tuasan, Kecamatan Medan Tembung, berlangsung mencekam dan dramatis. Pria yang nekat menyambi sebagai pengedar sabu-sabu ini ditangkap jajaran Satresnarkoba Polrestabes Medan tepat di warung miliknya. Namun, proses penegakan hukum tersebut mendapat perlawanan sengit dari pihak keluarga yang pasang badan menghalangi petugas.
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas, suasana di lokasi kejadian mendadak ricuh saat polisi berupaya mengamankan pelaku. Sejumlah pria dan wanita yang merupakan kerabat dekat HI nekat menghadang petugas, bahkan seorang wanita terdengar berteriak histeris meminta pertolongan warga. Polisi sempat memberikan peringatan tegas agar pihak keluarga kooperatif, tetapi imbauan itu diabaikan. Kerumunan warga yang menyemut di sekitar lokasi makin menambah ketegangan di lapangan.
Kendati situasi sempat memanas akibat barikade kekeluargaan tersebut, tim opsnal Polrestabes Medan bergerak sigap meredam perlawanan. HI akhirnya berhasil diringkus bersama barang bukti satu paket sabu-sabu siap edar. Hasil tes urine juga mengonfirmasi bahwa pelaku positif metamfetamin.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, membeberkan sejumlah fakta penting dari hasil pemeriksaan:
- Modus Ganda di Warung Makan: Selain meracik nasi goreng, HI secara terang-terangan melayani transaksi narkotika bagi pembeli yang datang ke warungnya selama satu bulan terakhir.
- Motif Ekonomi dan Kecanduan: Pelaku meraup keuntungan bersih Rp100 ribu untuk setiap gram sabu yang terjual. Keuntungan tersebut dipakai untuk membiayai kebutuhan hidup sekaligus menopang kecanduannya sendiri.
- Residivis Kambuhan: HI bukan wajah baru di dunia kejahatan. Ia tercatat sudah dua kali mendekam di balik jeruji besi, masing-masing atas kasus narkotika pada 2019 dan kasus penganiayaan setelah bebas.
Kini, fokus kepolisian bergeser ke perburuan jaringan di atasnya. AKBP Rafli menegaskan bahwa identitas pemasok utama yang menyuplai sabu ke HI telah dikantongi. Bandar tersebut teridentifikasi beroperasi di kawasan Bagan, Percut Sei Tuan. Polisi memastikan tidak ada ruang bersembunyi bagi jaringan ini dan berjanji akan membongkar peredarannya hingga ke akar-akarnya.

